Perjalanan sejarah tidak bermula pada 11 September 2001. Aksi-aksi teror tidak pula baru dikenal saat itu. Istilah terorisme sudah dikenal sejak penghujung abad ke-18 (Pirates and Emperors, Noam Chomsky, 1986). Peristiwa 11 September 2001 di New York itu juga kurang tepat dijadikan sebagai titik awal wujud konfrontasi antara Barat dan Timur. Peristiwa ini menjadi penting dan mewarnai kesadaran publik internasional karena dimanfaatkannya oleh George W. Bush sebagai momentum untuk meletakkan batu pertama kampanye ideologi dan public relations yang ia namakan “War on Terror”.
Dengan kata lain, peristiwa tersebut tiada lain hanyalah kulminasi dari rangkaian peristiwa yang telah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, adalah sesuatu yang ahistoris jika diindikasikan bahwa peristiwa yang merubuhkan gedung kembar WTC itu merupakan satu-satunya pisau analisa dalam membedah hubungan antara Barat dan Timur. Jika seorang berpandangan bahwa sejarah baru bermula pada hari itu, maka ia jelas-jelas mengabaikan sejarah panjang hubungan Barat-Timur yang sudah berlangsung selama beribu-ribu tahun. Konsekuensinya, salah satunya, adalah munculnya persepsi yang menempatkan Islam dan Dunia Islam sebagai penyemai dan sarang teroris.
Sebenarnya, persepsi semacam ini tidaklah berbahaya seandainya tidak berdampak dalam pengambilan kebijakan. Faktanya, ia justru dijadikan oleh George W. Bush sebagai acuan untuk memulai invasi militer di Afganistan (2001) dan Irak (2003). Dalam hal ini, prediksi Samuel Huntington yang tertuang dalam Clash of Civilizations pun menjadi relevan; bahwa musuh ideologi Barat setelah berakhirnya Perang Dingin adalah, di antaranya, Islam. Melalui kampanye yang agresif, dan didukung oleh sekutu-sekutu yang militan, “perang melawan teror” pun menjadi sebuah kampanye global dan kini lebih identik dengan perang melawan Islam dan Dunia Islam.
Jika demikian kenyataannya, pertanyaan menggelitik yang menarik untuk diutarakan adalah, akankah dunia lebih aman dan damai tanpa kehadiran Islam? Atau meminjam ungkapan Graham E. Fuller dalam A World Without Islam, “Without Islam, wouldn’t we be spared many of the current challenges before us?” Artinya, tanpa Islam, akankah kita terlepas dari pelbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini? Jika Islam tidak pernah hadir, jika Muhammad tidak pernah lahir, dan jika Islam tidak menyebar secara masif di Timur Tengah, Asia, dan Afrika, akankah hubungan antara Barat dan Timur Tengah berbeda?
Sebagaimana sejarah tidak bermula pada 11 September 2001, hubungan antara Barat dan Timur Tengah tidak pula baru dimulai saat kedatangan Islam. Sejarah hubungan antara Barat dan Timur membentang panjang jauh sebelum kehadiran Islam. Apakah hubungan Barat-Timur Tengah pra-Islam itu selamanya diwarnai dengan keharmonisan dan perdamaian? Bahkan, apakah hubungan internal antara negara-negara Barat sendiri tidak pernah dinodai dengan konflik-konflik berdarah? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab jika pengamat dan analis hubungan internasional mau menelaah sejarah secara jujur dan objektif. Perang Yunani-Persia, Perang Dunia I dan II adalah di antara jawabannya.
Tidak bisa dipungkiri, Islam telah turut serta dalam mewarnai dan memengaruhi berbagai konflik yang pernah dan masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Akan tetapi, pernahkah dalam sejarah konflik, Islam merupakan satu-satunya faktor pencetus dan penentu? Dalam kaitan ini, sebagian pakar dan pengamat cenderung mengabaikan faktor-faktor penyebab (causative factors) lainnya seperti faktor kepentingan geo-politik, ekonomi, dan teritorial. Belum lagi dampak kolonialisme dan imperialisme yang telah mencengkeram kebanyakan negara-negara Timur. Akibatnya, Dunia Islam pun semakin tercitrakan sebagai satu-satunya penjahat kemanusiaan yang mesti diperangi bersama-sama.
Di sini, saya tidak sedang berspekulasi dan menebar provokasi. Mari kita bersama-sama menyegarkan kesadaran kita tentang kosakata yang paling sering terdengar setiap kali isu terorisme dan konfrontasi Barat-Timur dibahas; yang paling sering terdengar adalah kata-kata seperti jihad, Islam radikal, Islam fundamental, mujahidin, Taliban, al-Qaedah, Jemaah Islamiyah, Afganistan dan Irak, Hamas, Syariah Islam, dan lainnya yang, mau tidak mau, semuanya terasosiasikan dengan Islam dan Dunia Islam. Melalui gempuran pemberitaan dan kampanye propaganda yang tidak pernah surut, Islam pun berhasil ditampilkan di atas pentas internasional sebagai pengacau peradaban.
Dalam kaitan ini, membaca ulang sejarah hubungan, persisnya konfrontasi, antara Barat dan Timur, menjadi sangat relevan, bahkan mendesak. Jika tidak, setiap analisa mengenai hubungan Barat-Timur akan terperangkap dalam mindset 11 September dan perang melawan teror; mindset yang sepenuhnya bernaung di bawah teori Benturan Peradaban yang dicetuskan Samuel Huntington pada 1992. Yang intinya menekankan bahwa identitas kultural dan keagamaan akan menjadi penyebab utama terjadinya konflik setelah berakhirnya Perang Dingin. Kurang lebih kerangka teoretis inilah yang melandasi kebijakan luar negeri Amerika Serikat, terutama pada masa pemerintahan George W. Bush.
Namun demikian, menuding Barat, khususnya Amerika Serikat, sebagai pemicu tunggal munculnya terorisme juga sama sekali tidak bijak. Sama halnya melimpahkan seluruh sampah terorisme di atas pundak Dunia Islam juga merupakan over-simplikasi yang menyesatkan. Dalam sejarah, evolusi hubungan Barat-Timur dipengaruhi oleh banyak faktor yang memang tidak jarang berujung konfrontasi. Tetapi, faktor-faktor ini seringkali tidak memiliki kaitan dengan Islam. Bahkan, faktor-faktor kepentingan geo-politik, ekonomi, perebutan kekuasaan, sengketa wilayah antara penguasa-penguasa regional, konflik etnis, nasionalisme dan seterusnya, lebih sering menjadi faktor penentu permusuhan dan konfrontasi Barat-Timur.
Friday, November 30, 2012
Dunia tanpa Islam..
Thursday, March 24, 2011
Panggil namaku 3kali
“We will not go down” sebaris kalimat ini sempat tenar dipenghujung 2008 kemaren, menggugah spirit bukan hanya pejuang kemanusiaan, tapi anak ingusan pun asyik mendidih dengan alunan gitar gang mereka masing2.
Betapa tidak, secara sepihak dunia dikesampingkan Genosida yang terjadi diPalestina, buruk sekali memang, tapi tak seburuk apa yang dilakukan Hitler dengan gada Holocaustnya terdengar celoteh seorang petinggi yahudi.. hmm..
Andai saja hidup bagai sebuah film animasi, film horor atau mungkin cerita komik yang selalu terselamatkan oleh seorang tokoh heroik penyelamat dunia.
Huh andai saja oh andai saja adalah bukti dimana semua cerita itu memang hanya betul2 fiksi.
Seperti yang gw papar dibawah ini, adalah fiksi;
Dunia terselamatkan ketika Bruce wilis cs tergabung dalam ARMAGEDON, mereka bukan tim pemburu hantu, tepatnya adalah tim pemburu waktu, berpacu dengan menit menghancurkan meteor pengancam bumi, yah dunia terselamatkan, sang meteor tak sampai menghantam bumi semua berkat Bruce wilis dan kawan-kawan.
Ketika perampokan terjadi diLoines Bank New York tiba2 dari dinding gedung Spiderman mengintai, perampokan tak terjadi bank terselamatkan semua berkat Spiderman.
Sebuah pesawat akan jatuh dari ketinggian 5000 kaki, penyebabnya karena sang pilot mati tertembak oleh mereka kawanan pembajak, keadaan tak terkendali penumpang panik, dalam keadaan seperti ini 99,99% penumpang takkan terselamatkan, jarak beberapa kilo lagi pesawat akan menyentuh tanah
Dan,,
tiba2,,
seketika keadaan berubah tenang, para penumpang tecengang pesawat mendarat dengan normal, waw dunia terkesima anak terinspirasi abg histeris bapak2 ibu2 sedikit menggelengkan kepala, Superman muncul pada saat yang tepat semua penumpang selamat pesawat tak hancur.
Puiiihhh..
sebenarnya hal2 seperti ini yang pantas mendapat cap lebay ala tralalay, asli gw ikutan lebay nulis ini fyuuh..
Ah … andai saja itu semua didunia nyata, pasti ga perlu ada polisi yang perutnya buncit karena uang tilang-tilangan, kan tinggal teriak aja;
Supermaaaaan Spidermaaaaan Batmaaaaan..
mereka pasti akan datang,
atau yang paling simpel dan ini bisa anda coba ketika membaca postingan ini.. Jaaaaaaazzzzzzzz *gw tiba2 terbangun membuka dada yang bertulis SuperJazz dengan motto siap membantu membersihkan wajan dan piring anda yang kotor* halaggh.
Dengar kata tetanggga kemaren, dunia nyata lebih wah dari super duper diatas. Secara, dunia ini kan banyak terorisnya nah kalo ga ditangani, dunia akan gelap ditangan penteror, sang penyelamat pun tiba (red: Amerika Sekutu) beberapa Negara dicap terorer, maka bukan apa2 nyawa seoarang anak melayang atau seoarang ibu menjanda atau rumah yang hancur porak2nda semua karena alasan teroris.
WTC alias gedung kembar hancur, wajah berjenggot asal timur tengah diklaim sebagai pelakunya,,
kalo gw yang namanya klaim kan ga betul 100%
karena konon, WTC hancur akibat ulah paman sam sendiri *cerita ini sudah basi sebenarnya* dunia hanya bisa mengiyakan dan beanggapan mungkin saja Amerika benar.
Kembali ke;
penghujung 2008 kemaren dunia tidak mengiyakan, tapi dengan terpaksa berkata iya *cerita ini juga sudah lewat ga keren lagi untuk dibahas*
Karena udah ga keren gw mau bilang kalo yang gw papar diatas hanya contoh betapa dunia memperlakukan secara sepihak satu komunitas yang belum tentu memang benar2 tertuduh,,
Siapa itu komunitas tertuduh??
LIBYA contohnya.. satu dari sekian contoh yang membuat gw hah huh..
Yah andai saja gw adalah Superman atau Spiderman mm atau Batman alah ga usah jauh2 Gatot kaca aja, gw akan berdiri diatas sebuah podium, berorasi layaknya bungKarno dengan berkata;
“mba' mba' dan bro bro kalo ada apa2 Panggilnamaku3kali”
hah andai saja.
Ting deng ding teng
Ting deng ding teng
Memang benar kusalah
Tak menghargai perasaanmu.. (GIGI)
Friday, October 1, 2010
Olivia
Nama gw oLivia, anak bungsu dari 2bersaudara. Seperti kebanyakan gadis normal lainnya ketenangan sangat gw butuhkan. Tapi tidak, hal itu sangat sulit gw rasain, setiap harinya gw hanya bisa menangis, merintih, mendekami piciknya hidup yang katanya anugerah.
Gw sadar, ketika ngelakuin ini semua, sadar bahwa ini salah, sadar bahwa ini hal bodoh, dan sangat sadar kalo dunia ini masih sangat terlalu luas untuk satu alasan saja.
Tapi,
gw gag sadar, ketika harus tau bahwa Bonyok gw cerai disaat gw lagi butuh kasih sayang mereka,
ketika Bokap gw gag mau tau lagi tentang kami, sampai akhirnya Nyokap gw juga memutuskan untuk menikah lagi.
Hidup ini membuat gw benci ma Bonyok gw, keputusan tepat yang ada dikepala gw adalah pergi sejauh mungkin dan mencoba melupakan bahwa Bokap Nyokap dan Siska adalah bagian dari hidup gw.
Bertele-tele dengan sekerenyut doa yang selalu gw dengar dari mereka, hanya sebuah bullshit yang membuat gw terus berharap dan berharap. Fuck it all..
Saturday, May 8, 2010
Jangan membaca satu halaman saja

Memang baik menjadi orang penting, tapi jauh lebih penting menjadi orang baik
Gw: eh bro kalo menurut lu, gw nanti bakal jadi orang ga???
HF: mank skr lu apaan? monyet :P
Gw: lu tuh gorilla …. gw serius men? maksud gw, kalo menurut lu gw bakal jadi orang besar ga?
HF: hmm tergantung !!!
Gw: ????????
HF: tergantung gimana lu skr (sambil naruh buku)
Gw: maksudnya? *sok serius*
HF: yah kalo gw liat glagat lu yg skr, cocoknya bukan jadi orang besar tapi lebih cocok jadi orang berduit.
Gw: kok begitu
HF: yang real aja cuy, masak Indomie aja lu jaimnya minta ampun, gimana mo besar …
ah apa gw seperti itu?
Iya (lanjut HF)
Orang besar itu seorang pekerja keras, bukan seorang peGengsi keras
gengsi lu tuh lebih GeDe dari ibu2 yang selalu sibuk dgn arisan
lu juga boros - ngandalin banget kalo rejeki itu datang dari arah yg tak terduga
iya gw setuju point ini, tapi kalo keyakinan lu itu dibarengi dengan boros, sama aja bro
kerja lu dirumah aja, gimana mo bisa.
Gw: eh bro gw mank dirumah mulu, tapi bukan berati gw gag tau dunia luar, gw bisa mengklaim diri gw adalah orang yang pikirannya mendunia.
HF: yayaya .. udah nonton film Meculik Miyabi blom?
Gw: blom, eh mang lu udah nonton kan rilisnya 6 mei kemaren?
HF: katanya mendunia itu aja belom nonton, yah payah #:-s
Gw: ah keg lu udah nonton aja ???
HF: iya tuh trailernya ada dilaptop liat aja,
Gw: baru juga trailer udah blagu lu #:-s
HF: liat aja dulu ….
Gw: eh gw mending nonton Budjana dari pada yang laen.
HF: bukan soal filmnya cuy, gw cuma mo bilang kalo diawal film itu ada kutipan kata keg begini:
“kata orang bijak, hidup itu bagai membaca sebuah buku, kalo kita hanya menetap disatu tempat dan sama sekali ga pernah melihat tempat lain, sama halnya kita hanya membaca satu halaman saja”
Kalo cuma baca satu halaman ketinggalan donk
ubunGannya ma lu, lu kan kepengen jadi orang besar neh. Nah orang besar itu orang yang bacaannya bukan cuma satu halaman ato tinggal disatu tempat aja
Orang besar itu blah blah blah blah
Gw: wah ……bukannya orang besar itu yg rajin fitness ma olahraga *ceplosan gw yg bikin orang kadang jengkel*
HF: ah udah ah ribet ngomong ma lu. *lanjut baca*
Gw: Memang baik menjadi orang penting, tapi jauh lebih penting menjadi orang baik
HF: iya kalo mang lu orang baik skr telponin Pizza donk *Delivery* :>
Gw: jidat lu tuh delivery :P
Monday, May 3, 2010
Jarak bisa merubah segalanya
Hubungan jarak jauh
yang oleh ABGe lebih kren dengan sebutan LDR (longdistancerelationship)
Satu ikatan hati yang sampai sekarang belum mampu membersamakan dua hati yang tertaut,
tercanggihkan oleh modernnya waktu mungkin.
tapi
Cinta itu buta !! apanya ?? ya matanya goblok masa dengkulnya, haha (sigh)
I’m serious pada bagian ini.
Cinta itu takmengenal kamu siapa, kamu itu miskin kek, kaya kek, agama kamu apa kamu keturunan siapa, yang jelas kalau satu hati plok dengan hati yang lain cintapun bersemi, itudia mengapa Love is blind
Tapi sepertinya tidak,
Kalo definisi cinta itu buta, maka sekali lagi cinta itu tidak buta.
Jika satu hati mendamba hati lain semua akan indah tak peduli besarnya badai yang menerjang, hmm _
Hah itu bohong, ada satu hal yang membuat cinta itu tidak seindah namanya
yaitu Jarak
Camkan saja bahwa jarak terkadang bisa merubah segalanya
Bukan soal perangkat cintanya, tapi eksistensi cinta yang timbul dari hati selalu haus kebersamaan
Idealisme para pecinta adalah setia sampai nyawa terenggut waktu,
namun hmm _
Kadang
justru para pecinta ini menjadi pragmatis akibat jarak yang membentang, bukan satu dua gunung, tapi lintasan samudra yang terbelah bebatuan benua. Jauuuuuuh
LDR itu bohong guys, sebuah bullshit yang tidak usah diimani.